| Evaluasi |
|
|
|
| Written by Administrator | ||
| Nov 19, 2005 at 07:52 AM | ||
|
Sedikit tentang evaluasi kegiatan yang baru saja dilalui beberapa hari yang lalu.. ternyata pergeseran nilai sosial dan kemanusiaan telah terjadi begitu drastis..
hal ini saya temui ketika membantu teman-teman Komunitas Merdeka membagikan takjil di jalan-jalan protokol yang dilalui para pemudik di Ngawi Saat itu ketika menjelang waktu berbuka puasa kami turun ke jalan untuk membagikan takjil untuk hidangan berbuka puasa.. tidak seperti tahun kemarin ketika kami melaksanakan kegiatan yang sama dengan sasaran yang sama terasa mengalir dan lancar hampir semua sasaran menerima takjil dengan sambutan yang cukup baik tanpa bertanya-tanya.. berbeda dengan tahun ini ketika saya ikut membagikan takjil banyak diantara mereka yang cuek bahkan beberapa diantaranya tetap tak bergeming menutup jendela mobil mewah berkilau mereka dengan rapat dan tetap menghadap ke depan tanpa menoleh sedikit pun.. akhirnya dengan rendah hati dan senyum ekstra lebar kami pun memberi sedikit bumbu agar mereka berkenan menerima pemberian kami dengan berkata : "takjil gratis pak.. untuk buka puasa di jalan kalo tidak sempat mampir nanti.." Ternyata bumbu ini juga kurang begitu terasa sedap bagi beliau-beliau.. dengan terpaksa saya pun hanya membagikan takjil pada para pengemudi bus, pick up, dan truk angkutan berat yang ada meski sebelumnya memang sebenarnya mereka yang menjadi sasaran utama tapi bukan satu-satunya.. Dalam kurun waktu satu tahun pergeseran nilai yang cukup drastis begitu terasa disini.. Beberapa kemungkinan ini terjadi karena beliau-beliau mungkin jika bisa berkata inilah yang akan diucapkan : "maaf dik, terima kasih sebelumnya.. kami sudah ada dan sebaiknya takjil itu buat mereka yang lebih membutuhkan saja.." syukurlah kalau itu yang mereka pikirkan.. berarti memang saya yang telah bersikap kurang ajar karena menganggap mereka sebagai orang yang layak dibantu.. Namun sangat disayangkan jika beliau-beliau cuek karena mengira dan berpikir bahwa takjil yang kami bagikan tersebut sebagai barang dagangan karena beberapa diantara beliau-beliau ini pada akhirnya menerima takjil setelah tahu kalau itu gratis.. Sepertinya kata gratis juga menjadi hal yang aneh.. mungkin bagi kaum urban ungkapan "Tidak Ada Yang Gratis" terlalu meresap dalam kehidupan sehari-hari.. Jika memang demikian, apa yang terjadi dengan "Amal".. Padahal dengan kata yang sesederhana "amal" ini tidak cukup hanya dengan sebuah kata "gratis" tapi juga harus diikuti dengan "ikhlas" yang juga mengandung beberapa makna.. mungkin beliau-beliau terlalu sibuk dan banyak menghapal istilah-istilah yang up to date sehingga beberapa kata tertimbun dan terlalu sulit untuk digali dan diingat..
|
||
| Last Updated ( Sep 20, 2009 at 02:47 PM ) | ||