<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>noharasinozuke</title>
	<atom:link href="http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss</link>
	<description>blogs area..</description>
	<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 06:38:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>tRagEdi LaGi</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=24</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=24#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 06:38:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Sekali lagi dunia pendidikan Indonesia tercoreng.. Kali ini kasus menimpa almamater sendiri.. :&#8217;( 100% siswa peserta UAN yang mengikuti Ujian di SMAN 2 Ngawi dinyatakan TIDAK LULUS.. :&#8217;( Sebuah pernyatan yang telah tersebar bahkan secara Nasional.. Entah darimana informasi ini mulai terlontar sebelum pengumuman Kelulusan secara resmi digelar tapi yang jelas informasi ini sangat memalukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekali lagi dunia pendidikan Indonesia tercoreng.. Kali ini kasus menimpa almamater sendiri.. :&#8217;( 100% siswa peserta UAN yang mengikuti Ujian di SMAN 2 Ngawi dinyatakan TIDAK LULUS.. :&#8217;( Sebuah pernyatan yang telah tersebar bahkan secara Nasional.. Entah darimana informasi ini mulai terlontar sebelum pengumuman Kelulusan secara resmi digelar tapi yang jelas informasi ini sangat memalukan dan memprihatinkan dalam dunia pendidikan di Indonesia<br />
Sampai saat ini baru sebatas rumor dan belum ada kejelasan yang pasti namun cukup layak mendapat perhatian karena menyangkut masa depan siswa yang bersangkutan.. Yang lebih memprihatinkan kasus yang sama tidak hanya terjadi di SMAN 2 Ngawi tetapi dialami juga oleh beberapa SLTA di Indonesia diduga disebabkan karena sebab yang sama, yaitu adanya kebocoran jawaban yang tersebar melalui SMS namun ternyata jawaban yang tersebut adalah jawaban yang salah.. demikian rumor yang tersebar tentang penyebab ketidaklulusan siswa peserta UAN.. Sampai saat ini pun penyebab kelulusan belum bisa dipastikan dan masih belum ada pernyataan resmi dari instansi terkait..<br />
Pada awalnya Panitia Penyelenggara UAN berencana menyelenggarakan UAN Ulang khusus bagi beberapa Sekolah yang mengalami kasus ini.. Menurut saya ini sebuah langkah yang terlalu dini dan sangat tidak prosedural.. Rencana nyang telah tersebar secara luas ini mendapat banyak sekali tentangan dan justru menimbulkan masalah baru.. Bahkan beberapa siswa selain Sekolah yang terkena kasus tersebut menggelar demonstrasi karena menganggap hal ini tidak adil.. Tidak hanya itu, Beberapa Perguruan Tinggi juga menanggapi negatif tentang rencana ini, mereka tidak bersedia menerima siswa yang melaksanakan UAN susulan tersebut..<br />
Memang terdengar aneh jika UAN diulang jika memang penyebab ketidaklulusan dikarenakan adanya kebocoran jawaban.. jika memang terjadi kebocoran maka yang patut disalahkan justru para pengawas ujian yang sedang berlangsung.. Sangat aneh dari sekian banyak peserta Ujian yang terpisah di beberapa ruangan mendapat jawaban yang sama yang tersebar melalui SMS sedangkan mereka dalam pengawasan.. Jika memang demikian adanya, ini bisa menjadi gambaran yang menandakan adanya indikasi degradasi moral, disiplin, dan kepercayaan diri baik pada siswa maupun Pengawas bahkan bangsa Indonesia pada umumnya karena ini terjadi tidak hanya di satu Sekolah pada satu Propinsi tapi di beberapa Sekolah yang tersebar di beberapa Propinsi di Indonesia.. </p>
<p>Jika ingin menelusuri penyebab ketidaklulusan yang mengejutkan itu sebenarnya ada beberapa kemungkinan.. mungkin ini seperti sebuah spekulasi tapi perlu mendapat tindak lanjut karena menyangkut masa depan siswa.. </p>
<p>Salah satu kemungkinan adanya kesalahan teknis pada saat koreksi jawaban.. Jika memang demikian ini memerlukan kebesaran hati panitia penyelenggara untuk mengakui kesalahan tersebut dan memberikan solusi yang tepat dan tidak merugikan baik bagi peserta yang tidak lulus maupun yang lulus atau bahkan para pengguna lulusan..</p>
<p>Dengan adanya kasus ini tentu saja siswa yang bersangkutan merasa khawatir mungkin beberapa siswa bahkan merasa putus asa.. ini bisa dimaklumi karena kelulusan menjadi syarat mutlak diperlukan bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur PMDP (Penulusuran Minat dan Prestasi).. dengan ketidaklulusan mereka secara otomatis mereka yang telah mengikuti program PMDP akan gugur.. situasi sangat disayangkan.. ketika mereka benar-benar berprestasi namun terganjal karena kasus yang masih belum jelas penyebab dan solusinya ini.. Tidak berbeda dengan orangtua siswa.. Sebagai orangtua pasti mengharapkan anaknya untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan kemampuannya.. dengan kasus ini tentu bisa menjadi penghambat untuk meraih cita-cita mereka..</p>
<p>untuk pengelola Dunia Pendidikan, khususnya Instansi Pemerintah hendaknya segera menuntaskan kasus ini sejelas-jelasnya agar kasus serupa tidak terulang lagi.. Yang terpenting adalah karena ini menyangkut masa depan generasi penerus bangsa Indonesia yang kita bangga-banggakan.. Merdeka.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=24</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ngurus &#8220;rumah&#8221;</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=21</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=21#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 17:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[komputer &amp; iT]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[akhirnya balik ngeblok lagi..  gara-gara terlalu mikir bersih-bersih &#8220;rumah&#8221; jd gak sempet nulis blog..
mulai dari rumah sendiri sampe rumah tetangga yang juga minta dibersihkan ternyata ada saja keluhan-keluhan yang masuk.. keluhan virus ternyata yang paling &#8220;cerewet&#8221; mulai dari nyapu bersih sampe ngembalikan barang-barang pada tempatnya repot juga..
dari sekian banyak virus yang ditemukan virus sality [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya balik ngeblok lagi.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> gara-gara terlalu mikir bersih-bersih &#8220;rumah&#8221; jd gak sempet nulis blog..<br />
mulai dari rumah sendiri sampe rumah tetangga yang juga minta dibersihkan ternyata ada saja keluhan-keluhan yang masuk.. keluhan virus ternyata yang paling &#8220;cerewet&#8221; mulai dari nyapu bersih sampe ngembalikan barang-barang pada tempatnya repot juga..<br />
dari sekian banyak virus yang ditemukan <strong>virus sality </strong>yang paling menyusahkan.. dengan kemampuan memblok caption program (termasuk program antivirus yang sudah mumpuni seperti kaspersky yang begitu saya banggakan.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> ), virus ini sangat &#8220;ampuh&#8221; di bidangnya.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
tapi untungnya ketemu juga antivirus yang bisa mengenali dan berani nantang virus ini.. setelah beberapa kali coba pakai beberapa antivirus ternyata <em><strong><a href="http://www.avast.com">avast</a></strong></em> lolos sebagai pahlawan penyelamat yang mampu menerawang sality dengan baik dan benar termasuk file-file program berekstensi .exe yang sudah terinjeksi.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Sayangnya file yang terinjeksi tidak bisa dikembalikan lagi alias harus install lagi.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> sejak saat itu komputer-komputer di bawah naungan saya sampai saat ini dipayungi 2 antivirus <a href="http://free.grisoft.com">AVG</a> dan avast.. soalnya untuk virus yang masih populer sampai saat ini, termasuk virut bisa dicegah dengan AVG lebih cepat daripada avast jadi ya musti berhati-hati.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
ada sedikit lagi kerepotan setelah berhasil menyapu bersih virus-virus itu.. ternyata ada beberapa aplikasi dan dan tools yang masih terimbas <em>side effect </em>virus tapi bisa sedikit terobati dengan mendownload beberapa <em><a href="http://technet.microsoft.com/en-us/sysinternals/bb545027.aspx">utilities</a></em> gratis yang cukup bisa diandalkan terutama untuk Windows..<br />
Untungnya lagi sudah sekitar 3 bulan dengan 2 payung tersebut cukup aman melindungi PC saya.. syukurlah.. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=21</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>pendidik yang terhormat</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=19</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=19#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 14:47:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Waduhh.. koq bahasa inggris thoo..&#8221; gumamnya dengan nada kecewa..
Kata-kata ini sering saya dengar ketika saya menawarkan materi baik buku maupun artikel-artikel dari situs-situs di internet.. Yang lebih disayangkan lagi, kata-kata itu muncul dari seorang tenaga pendidik tingkat perguruan tinggi bahkan beliau lulusan S2 yang bangga dengan gelar Master-nya.. ck..ck..ck.. 
Sebenarnya sudah berulang kali saya diminta [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Waduhh.. koq bahasa inggris thoo..&#8221; gumamnya dengan nada kecewa..<br />
Kata-kata ini sering saya dengar ketika saya menawarkan materi baik buku maupun artikel-artikel dari situs-situs di internet.. Yang lebih disayangkan lagi, kata-kata itu muncul dari seorang tenaga pendidik tingkat perguruan tinggi bahkan beliau lulusan S2 yang bangga dengan gelar Master-nya.. ck..ck..ck.. <br />
Sebenarnya sudah berulang kali saya diminta tolong untuk mencarikan materi-materi yang bisa digunakan sebagai bahan pengajaran terutama mengenai isu-isu baru yang banyak beredar di internet. Dan memang sengaja saya cari materi-materi yang berbahasa inggris justru karena adanya keluhan itu juga (dengan kata lain <i>pancen njarag..</i> <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). <br />
Bukan karena sok atau pengen dibilang &#8220;keren&#8221; tapi dari awal saya dengar keluhan itu saya jadi tersenyum-seyum malu sendiri kalo membayangkan gimana reaksi anak didik beliau kalau ikut dengar keluhan seperti itu ya..????<br />
Maksud saya sebenarnya cuma pengen mengingatkan (siapapun beliau) bahwa ilmu pengetahuan itu tidak mungkin diraih sebanyak-banyaknya kalau cuma mengandalkan kemampuan menguasai satu bahasa (bukan bahasa internasional pula.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sumber ilmu pengetahuan tidak hanya ada di depan mata tapi justru lebih banyak yang berasal dari luar berbagai macam budaya yang ada maupun pernah ada dan tidak akan pernah berhenti berkembang serta tersebar di &#8220;ruang&#8221; bagian manapun.. Kalau cuma mengandalkan saduran, sampai berapa tahun lagi kita akan ketinggalan?<br />
Jujur saja, sebenarnya saya pun tidak terlalu pandai berbahasa asing bahkan beberapa materi itu pun saya tidak ngerti keseluruhan tapi kalau tidak mulai untuk mencoba sampai kapan kita akan terima keadaan yang sangat menyedihkan ini.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=19</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>good governance</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=18</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=18#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 15:43:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[demotrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[GOOD GOVERNANCE
Terdapat empat belas karakteristik yang dapat terhimpun dari telusuran wacana good governance, yaitu:
dikutip dari http://bappenas.go.id
Wawasan ke Depan (visionary) - Tata pemerintahan yang berwawasan ke depan (visi strategis)
Semua kegiatan pemerintah di berbagai bidang seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang jelas disertai strategi implementasi yang tepat sasaran.
Keterbukaan dan Transparansi (openness and transparency) - Tata pemerintahan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><big><b>GOOD GOVERNANCE</b></big><br />
Terdapat empat belas karakteristik yang dapat terhimpun dari telusuran wacana good governance, yaitu:<br />
dikutip dari <a href="http://bappenas.go.id">http://bappenas.go.id</a></p>
<p><b>Wawasan ke Depan (<i>visionary</i>) - Tata pemerintahan yang berwawasan ke depan (visi strategis)</b><br />
Semua kegiatan pemerintah di berbagai bidang seharusnya didasarkan pada visi dan misi yang jelas disertai strategi implementasi yang tepat sasaran.</p>
<p><b>Keterbukaan dan Transparansi (<i>openness and transparency</i>) - Tata pemerintahan yang bersifat terbuka (transparan)</b><br />
Wujud nyata prinsip tersebut antara lain dapat dilihat apabila masyarakat mempunyai kemudahan untuk mengetahui serta memperoleh data dan informasi tentang kebijakan, program, dan kegiatan aparatur pemerintah, baik yang dilaksanakan di tingkat pusat maupun daerah.</p>
<p><b>Partisipasi Masyarakat (<i>participation</i>) - Tata pemerintahan yang mendorong partisipasi masyarakat</b><br />
Masyarakat yang berkepentingan ikut serta dalam proses perumusan dan/atau pengambilan keputusan atas kebijakan publik yang diperuntukkan bagi masyarakat.  </p>
<p><b>Tanggung Gugat (<i>accountability</i>) - Tata pemerintahan yang bertanggung jawab/ bertanggung gugat (akuntabel)</b><br />
Instansi pemerintah dan para aparaturnya harus dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan kewenangan yang diberikan sesuai dengan tugas dan fungsinya. Demikian halnya dengan kebijakan, program, dan kegiatan yang dilakukannya.  </p>
<p><b>Supremasi Hukum (<i>rule of law</i>) - Tata pemerintahan yang menjunjung supremasi hukum</b><br />
Wujud nyata prinsip ini mencakup upaya penuntasan kasus KKN dan pelanggaran HAM, peningkatan kesadaran HAM, peningkatan kesadaran hukum, serta pengembangan budaya hukum. Upaya-upaya tersebut dilakukan dengan menggunakan aturan dan prosedur yang terbuka dan jelas, serta tidak tunduk pada manipulasi politik.</p>
<p><b>Demokrasi (<i>democracy</i>) - Tata pemerintahan yang demokratis dan berorientasi pada konsensus</b><br />
Perumusan kebijakan pembangunan baik di pusat maupun daerah dilakukan melalui mekanisme demokrasi, dan tidak ditentukan sendiri oleh eksekutif. Keputusan-keputusan yang diambil antara lembaga eksekutif dan legislatif harus didasarkan pada konsensus agar setiap kebijakan publik yang diambil benar-benar merupakan keputusan bersama. </p>
<p><b>Profesionalisme dan Kompetensi (<i>profesionalism and competency</i>) - Tata pemerintahan yang berdasarkan profesionalitas dan kompetensi</b><br />
Wujud nyata dari prinsip profesionalisme dan kompetensi dapat dilihat dari upaya penilaian kebutuhan dan evaluasi yang dilakukan terhadap tingkat kemampuan dan profesionalisme sumber daya manusia yang ada, dan dari upaya perbaikan atau peningkatan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p><b>Daya Tanggap (<i>responsiveness</i>)- Tata pemerintahan yang cepat tanggap (responsif)</b><br />
Aparat pemerintahan harus cepat tanggap terhadap perubahan situasi/kondisi mengakomodasi aspirasi masyarakat, serta mengambil prakarsa untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. </p>
<p><b>Keefisienan dan Keefektifan (<i>efficiency and effectiveness</i>) - Tata pemerintahan yang menggunakan struktur dan sumber daya secara efisien dan efektif</b><br />
Pemerintah baik pusat maupun daerah dari waktu ke waktu harus selalu menilai dukungan struktur yang ada, melakukan perbaikan struktural sesuai dengan tuntutan perubahan seperti menyusun kembali struktur kelembagaan secara keseluruhan, menyusun jabatan dan fungsi  yang lebih tepat, serta selalu berupaya mencapai hasil yang optimal dengan memanfaatkan dana dan sumber daya lainnya yang tersedia secara efisien dan efektif. </p>
<p><b>Desentralisasi (<i>decentralization</i>) - Tata pemerintahan yang terdesentralisasi</b><br />
Pendelegasian tugas dan kewenangan pusat kepada semua tingkatan aparat sehingga dapat mempercepat proses pengambilan keputusan, serta memberikan keleluasaan yang cukup untuk mengelola pelayanan publik dan menyukseskan pembangunan di pusat maupun di daerah. </p>
<p><b>Kemitraan dengan Dunia Usaha Swasta dan Masyarakat (<i>private Sector and civil society partnership</i>) - Tata pemerintahan yang mendorong kemitraan dengan dunia usaha swasta dan masyarakat</b><br />
Pembangunan masyarakat madani melalui peningkatan peran serta masyarakat dan sektor swasta harus diberdayakan melalui pembentukan kerjasama atau kemitraan antara pemerintah, swasta, dan masyarakat. Hambatan birokrasi yang menjadi rintangan terbentuknya kemitraan yang setara harus segera diatasi dengan perbaikan sistem pelayanan kepada masyarakat dan sektor swasta serta penyelenggaraan pelayanan terpadu.</p>
<p><b>Komitmen pada Pengurangan Kesenjangan (<i>commitment to reduce Inequality</i>) - Tata pemerintahan yang memiliki komitmen pada pengurangan kesenjangan</b><br />
Pengurangan kesenjangan dalam berbagai bidang baik antara pusat dan daerah maupun antardaerah secara adil dan proporsional merupakan wujud nyata prinsip pengurangan kesenjangan. Hal ini juga mencakup upaya menciptakan kesetaraan dalam hukum (equity of the law) serta mereduksi berbagai perlakuan diskriminatif yang menciptakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. </p>
<p><b>Komitmen pada Lingkungan (<i>commitment to environmental protection</i>) - Tata pemerintahan yang memiliki komitmen pada lingkungan hidup</b><br />
Daya dukung lingkungan semakin menurun akibat pemanfaatan yang tidak terkendali. Kewajiban penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan secara konsekuen, penegakan hukum lingkungan secara konsisten, pengaktifan lembaga-lembaga pengendali dampak lingkungan, serta pengelolaan sumber daya alam secara lestari merupakan contoh perwujudan komitmen pada lingkungan hidup.</p>
<p><b>Komitmen Pasar yang Fair (<i>commitment to Fair Market</i>) - Tata pemerintahan yang memiliki komitmen pada pasar</b><br />
Pengalaman telah membuktikan bahwa campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi seringkali berlebihan sehingga akhirnya membebani anggaran belanja dan bahkan merusak pasar. Upaya pengaitan kegiatan ekonomi masyarakat dengan pasar baik di dalam daerah maupun antardaerah merupakan contoh wujud nyata komitmen pada pasar.</p>
<p>Kalau mau menilai, kira-kira berapa ya skor yang sudah dicapai pemerintah kita?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=18</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>flashback</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=17</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=17#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 23:41:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya Datuk Seri Anwar Ibrahim dtangkap kepolisian malaysia. Beliau dtangkap dengan tuduhan pelecehan seksual, sama seperti kasus yang pernah beliau alami sebelumnya di tahun 1998 yg membuat beliau dipenjara sampai tahun 2004.. Meski akhirnya Mahkamah Agung meralat vonis tersebut..
Terlepas siapa yg benar dan siapa yg salah, Semoga Keadilan Tetap Bisa Ditegakkan..
Kerana language melayu saya nda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya Datuk Seri Anwar Ibrahim dtangkap kepolisian malaysia. Beliau dtangkap dengan tuduhan pelecehan seksual, sama seperti kasus yang pernah beliau alami sebelumnya di tahun 1998 yg membuat beliau dipenjara sampai tahun 2004.. Meski akhirnya Mahkamah Agung meralat vonis tersebut..<br />
Terlepas siapa yg benar dan siapa yg salah, Semoga Keadilan Tetap Bisa Ditegakkan..<br />
Kerana language melayu saya nda pandai, saya ndak bs banyak cakap lg..  (takut kalo slh persepsi :D)<br />
Tp kalo mau tahu lebih banyak tentang Anwar Ibrahim atau hangatnya politik di Malaysia bisa langsung ke <a href="http://anwaribrahimblog.com">webblog</a> atau <a href="http://anwaribrahim.com">website</a> beliau..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=17</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>pesta</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=11</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=11#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Jul 2008 14:53:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[demotrasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;pesta demokrasi&#8221; mulai marak di daerah-daerah di Indonesia.. mulai dari Pilkada sampai dengan persiapan Pemilihan calon Pemimpin Bangsa.. banyak partai yang mulai melakukan reuni dengan rakyat miskin.. (bersukurlah rakyat miskin yang bisa bereuni dengan para elite politik paling tidak setiap 5 tahun sekali)
Kampanye-kampanye banyak digelar di daerah-daerah juga memberi banyak pemasukan bagi artis maupun para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;pesta demokrasi&#8221; mulai marak di daerah-daerah di Indonesia.. mulai dari Pilkada sampai dengan persiapan Pemilihan calon Pemimpin Bangsa.. banyak partai yang mulai melakukan reuni dengan rakyat miskin.. (bersukurlah rakyat miskin yang bisa bereuni dengan para elite politik paling tidak setiap 5 tahun sekali)<br />
Kampanye-kampanye banyak digelar di daerah-daerah juga memberi banyak pemasukan bagi artis maupun para pengadu nasib lokal yang jeli memanfaatkan &#8220;moment&#8221; ini.. &#8220;Pesta Demokrasi&#8221; yang benar-benar terasa seperi sebuah pesta..<br />
Dari sekian kali pencoblosan multi partai yang diselenggarakan sampai dengan sekarang mungkin baru sedikit dari begitu banyak bentuk kampanye yang bisa saya lihat dan rasakan.. Ketika itu teriakan &#8220;pembelajaran demokrasi&#8221; banyak juga dilontarkan para elite politik untuk membuka pintu masuk bagi calon-calon pemilih..<br />
Dari pembelajaran itu, hingga saat ini saya baru merasa kalau demokrasi semakin aneh.. Bayangkan saja, kampanye sekarang sudah menyentuh ilmu biologi sebagai senjatanya.. Kalau di daerah saya ada calon pemimpin yang mengandalkan kumis sebagai senjata untuk menuju sebuah perbaikan.. ada juga yang mengusung isu gender yang katanya bisa mengasuh wilayah yang akan dipimpinnya.. Saya cari-cari visi dan misi-nya ternyata lebih susah dicari dibanding kumisnya yang mudah dijumpai tiap hari di iklan teve.. program-programnya juga masih seperti dulu atau bahkan tidak tampak..<br />
Benar benar membingungkan.. Dan sepertinya mulai banyak bentuk demokrasi-demokrasi baru tercipta..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=11</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>gagal</title>
		<link>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=10</link>
		<comments>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=10#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 23:34:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ehm</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Melihat berita di tv - koran ngiler jg dengar - baca para koruptor yang berhasil ambil uang ratusan juta, milyar, bahkan trilyunan rupiah dari bank.. gak bisa dibayangkan kalau uang sebanyak itu disumbangkan dengan sukarela ke saya.. hehe..
pengen juga sih jd koruptor yang bisa hidup enak nyaman dengan penjamin yang siap nanggung resiko..  tapi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat berita di tv - koran ngiler jg dengar - baca para koruptor yang berhasil ambil uang ratusan juta, milyar, bahkan trilyunan rupiah dari bank.. gak bisa dibayangkan kalau uang sebanyak itu disumbangkan dengan sukarela ke saya.. hehe..<br />
pengen juga sih jd koruptor yang bisa hidup enak nyaman dengan penjamin yang siap nanggung resiko.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> tapi keder juga kalau mengingat KPK yang &#8220;sudah tidak jinak lagi&#8221; dan mulai berani &#8220;ngobrak abrik&#8221; kantor-kantor.. dan lagi kayaknya sekarang sudah terlambat untuk korupsi soalnya negara ini sudah tidak punya stok uang untuk dikorupsi.. <img src='http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> satu hal lagi yang menggagalkan niat saya untuk menjadi koruptor adalah kata-kata teman saya yang terpaksa saya simpan : &#8220;Gusti mboten sare, mas..&#8221;<br />
nasib.. nasib.. baru niat pengen jadi koruptor aja koq sudah banyak yang njegal..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://noharasinozuke.orgfree.com/blogss/?feed=rss2&amp;p=10</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
